|
Beatifikasi Madre Maria Ines Beatifikasi Madre Maria Ines Disetujui Paus Benekditus XVI Madre Ines akan menjadi salah satu dari 15 orang yang memperoleh beatifikasi atau kanonisasi menyusul persetujuan Paus Benekditus XVI sesudah pertemuan pada 27 Juni 2011. Beatifikasi (dari bahasa Latin beatus, berarti yang berbahagia) adalah suatu pengakuan atau pernyataan dari gereja terhadap orang yang telah meninggal. Beatifikasi diberikan kepada orang yang dianggap telah bekerja sangat keras untuk kebaikan atau memiliki keistimewaan secara spiritual. Orang yang mendapat beatifikasi diberi gelar beato untuk laki-laki dan beata untuk perempuan. Proses ini merupakan tahap ketiga dari empat tahapan dalam proses kanonisasi yang biasanya dilakukan setelah mendapat gelar venerabilis (yang pantas dihormati) sebelum mendapat gelar santo atau santa. Orang yang telah dibeatifikasi mendapat gelar "Blessed". Madre Ines meninggal tahun 1981. Pendiri Misionaris Claris ini mampu menjadi perantara penyembuhan seseorang yang sudah tak memiliki harapan hidup lagi. Bersama Madre Ines akan memperoleh beatifikasi adalah Mariano Arciero (Uskup Italia/1707-1788), Jean Joseph, pastor Prancis dari Ordo Biarawan dan pendiri Ordo ke-3 St Dominic of Betania (1832-1869), dan Hildegrand Burjan, seorang awam dari Jerman dan pendiri Persaudaraan Amal Sosial. (*) Misi dalam Setiap Napas Uskup Jose H Gomes dalam homilinya kepada umat di Katedral Our Lady of the Angeles di Los Angeles, California, mengungkapkan kekagumannya kepada Madre Ines. Inspirasi untuk melakukan misi tidak berhenti tapi terus berdetak setiap hari. Uskup Jose Gomes mencontohkan teladan yang diberikan Madre Ines. Katanya,"Wanita ini pernah tinggal di sini, di Los Angeles, 12 Desember 1930. Dia akan di Beatifikasi di Gereja Basilica, Guadalupe di Kota Meksiko, 21 April 2012." Uskup Jose Gomes menuturkan, Madre Ines menerima panggilan sebagai seorang misionaris dengan cara yang istimewa. Ketika berada di Los Angeles, Madre Ines pernah berkata,"Kegembiraan itu ada dalam Misa Harian, adorasi, dan meditasi, dalam setiap jenis pekerjaan yang kita lakukan, dalam semua tindakan kita sehari-hari, ketika kita makan dan tidur, begitu pula saat istirahat. Kita perlu menjadi misionaris dalam setiap napas, dalam tiap degup jantung kita, menit demi menit." Dalam penutup homilinya, Uskup Jose Gomes melanjutkan,"Marilah kita mohon pada Beata Maria Ines yang terberkati, yang telah menyiapkan semua kata yang dia dengar dari anakNya dan merenungkannya dalam hati, supaya membantu kita untuk mendengarkan kata-kata Kristus, sehingga kita sungguh-sungguh menjadi keluarga Tuhan." (*) Beatifikasi Madre Maria Ines |